Selasa, 19 April 2016


Tanggung Jawab Sebagai Manusia

Tanggung jawab adalah suatu kesadaran manusia atas perilakunya yang disengaja maupun yang tidak disengaja, dan merupakan suatu kewajiban bagi setiap manusia sehingga harus dilaksanakan. Manusia pada hakikatnya merupakan mahkluk yang memiliki tanggung jawab penuh atas apa yang ia lakukan. Hal ini dikarenakan manusia memiliki peran penting dalam hidup bermasyarakat dan interaksi sosial dengan masyarakat serta dalam konteks individual. Manusia bertanggung jawab terhadap tindakan mereka. Manusia menanggung akibat dari perbuatannya dan mengukurnya pada berbagai norma. Di antaranya adalah nurani sendiri, standar nilai setiap pribadi. Norma-norma nilai ini dapat dibentuk dengan berbagai macam cara. Kehidupan bersama antar manusia membentuk norma selanjutnya, yakni aturan-aturan, hukum-hukum yang dibutuhkan suatu masyarakat tertentu. Dalam negara-negara modern aturan-aturan atau hukum-hukum tersebut termaktub dalam sebuah sistem hukum dan sama bagi semua warga. Apabila aturan-aturan ini dilanggar yang bersangkutan harus memperoleh hukuman atau sanksi.
Tanggung jawab dan Kebebasan tidak dapat dipisahkan. Orang yang dapat bertanggung jawab terhadap tindakannya dan mempertanggungjawabkan perbuatannya hanyalah orang yang mengambil keputusan dan bertindak tanpa tekanan dari pihak manapun atau secara bebas. Liberalisme menghendaki satu bentuk kehidupan bersama yang memungkinkan manusianya untuk membuat keputusan sendiri tentang hidup mereka. Karena itu bagi suatu masyarakat liberal hal yang mendasar adalah bahwa setiap individu harus mengambil alih tanggung jawab. Ini merupakan kebalikan dari konsep sosialis yang mendelegasikan tanggung jawab dalam ukuran seperlunya kepada masyarakat atau negara.
Manusia sebagai mahkluk individual artinya manusia harus bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan juga tanggung jawab kepada Sang Pencipta Allah SWT. Tanggung jawab terhadap diri sendiri muncul dikarenakan akibat adanya suatu nila-nilai yang diyakini kebenarannya, seperti halnya manusia dengan Tuhannya manusia menyakini adanya nilai – nilai kebenaran Tuhannya. Dalam hal ini, manusia bertanggung jawab atas agama yang dianutnya. Sebagai seorang muslim kita memiliki kewajiban untuk melaksanakan shalat lima waktu, puasa pada bulan Ramadhan dan lain sebagainya, sehingga sebagai seorang muslim kewajiban tersebut harus dilaksanakan tanpa ada alasan apapun kecuali dalam keadaan yang tidak memungkinkan. Contohnya, dalam keadaan haid, nifas dan sesuai ketentuan yang ada. Begitu pula dengan umat Kristiani, mereka juga memiliki kewajiban terhadap Tuhannya yang mereka percayai nilai – nilai kebenaranya misalnya melakukan ibadah di gereja.
 Secara tradisional keluarga adalah tempat dimana manusia saling memberikan tanggung jawabnya. Si orang tua bertanggung jawab kepada anaknya, anggota keluarga saling tanggung jawab. Anggota keluarga saling membantu dalam keadaan susah, saling mengurus di usia tua dan dalam keadaan sakit. Ini khususnya menyangkut manusia yang karena berbagai alasan tidak mampu atau tidak mampu lagi bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri secara penuh. Ini terlepas dari apakah kehidupan itu berbentuk perkawinan atau tidak.
Tanggung jawab terhadap orang lain tentu saja dapat diterapkan di luar lingkungan keluarga. Bentuknya bisa beranekaragam. Yang penting adalah prinsip sukarela – pada kedua belah pihak. Pertanggung jawaban manusia terhadap dirinya sendiri tidak boleh digantikan dengan perwalian. Penerapan tanggung jawab terhadap diri sendiri mengharuskan kita untuk berani mengambil resiko terhadap perilaku yang telah kita lakukan dan ucapan yang keluar dari mulut kita. Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang rela berkorban demi orang – orang yang ada disekitarnya. Akan tetapi manusia tidak boleh mendzalimi dirinya sendiri dikarenakan hal apapun itu, seperti melalukan diet ketat sehingga dia tidak makan, dan hanya makan sehari sekali, aktivitas yang begitu padat terkadang membuat manusia lupa untuk mengistirahatkan badan. Kita memenuhi semua kewajiban akan tetapi kita lupa kewajiban kita terhadap diri sendiri seperti, istirahat, makan dan lain sebagainya. Sehingga akan berdampak buruk bagi diri kita sendiri.
Sebagai seorang mahasiswa kita memiliki tanggung jawab untuk belajar dengan sungguh – sungguh. Misalnya Ani seorang mahasiswa Undip yang aktif berorganisasi hingga ia lupa untuk beristirahat, pada suatu hari ia mengalami sakit sehingga mewajibkan ia untuk istirahat total dirumah sakit. Sakitnya Ani adalah bukti tanggung jawab dia terhadap diri sendiri dikarenakan tidak menjaga kesehatan dan aktif beraktifitas tanpa memperdulikan jam istirahatnya. Setiap manusia memiliki perannya masing-masing. Manusia yang sadar akan tanggung jawabnya berarti ia telah tahu apa yang harus ia lakukan. Sadar artinya merasa tahu dan ingat akan suatu hal yang harus dijalankannya. Setiap manusia harus memiliki kesadaran yang tinggi akan tanggung jawabnya. Karena apabila manusia tadi memiliki kesadaran yang tinggi, maka hidup terasa ringan tanpa tanggung jawab yang menumpuk dalam diri kita. Pertanggung jawaban tadi juga harus ada pengorbanannya untuk lolos dalam tanggung jawab kita serta abdikan tanggung jawab kita tadi terhadap diri sendiri, Tuhan, keluarga ataupun negara.
Jadi sifat tanggung jawab merupakan salah satu sikap terpuji yang ada pada diri manusia. Sikap terpuji atau sikap tanggung jawab tersebut dapat terus membaik ataupun dapat tergeser dari setiap individu akibat faktor eksternal. Karena tanggung jawab pasti berada didalam diri manusia dan kita tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Tanggung jawab dapat dikelompokkan menjadi dua hal, yang pertama yaitu tanggung jawab kepada diri sendiri. Baik buruknya sesuatu kejadian yang terjadi pada diri kita dipertanggung jawabkan oleh diri kita, bukan oleh orang lain dan tidak menyalahkan siapapun ataupun yang paling buruk adalah menyalahkan takdir. Kita mempunyai tanggung jawab kepada diri kita, berusaha semampunya adalah kunci agar kita dapat mempertanggung jawabkan semua perbuatan kita di dunia ini. Yang kedua adalah tanggung jawab kepada orang lain dan lingkungan sekitar, manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya untuk pengembangan dirinya. Dengan kata lain, ia mempunyai kewajiban-kewajiban moral terhadap lingkungan sosialnya. Seperti contoh jika mencemooh orang lain atau menjelekkan nama baik orang lain maka bisa saja orang itu tidak terima dan sebagai akibatnya dia bisa saja mengancam kita atau perlakuan apapun yang bisa berakibat fatal dan kita harus mempertanggung jawabkan apa yang telah kita perbuat itu. Jika kita tidak melakukan tanggung jawab kepada orang lain jangan harap suatu saat kita menuntut orang lain untuk bertanggung jawab kepada kita. Sama halnya dengan jika kita berlaku adil, maka orang lain pun akan berlaku adil kepada kita. Karena seperti yang sering kita dengar “Barang siapa yang berbuat kebaikan, walau sebesar biji atom, dia akan melihatnya. Dan barang siapa yang berbuat kejelekan, walau sebesar biji atom, maka ia akan melihatnya pula”.

0 komentar:

Posting Komentar