Tanggung Jawab Sebagai Manusia
Tanggung jawab
adalah suatu kesadaran manusia atas perilakunya yang disengaja maupun yang
tidak disengaja, dan merupakan suatu kewajiban bagi setiap manusia sehingga
harus dilaksanakan. Manusia pada hakikatnya merupakan mahkluk yang memiliki
tanggung jawab penuh atas apa yang ia lakukan. Hal ini dikarenakan manusia
memiliki peran penting dalam hidup bermasyarakat dan interaksi sosial dengan
masyarakat serta dalam konteks individual. Manusia bertanggung jawab terhadap tindakan mereka.
Manusia menanggung akibat dari perbuatannya dan mengukurnya pada berbagai
norma. Di antaranya adalah nurani sendiri, standar nilai setiap pribadi.
Norma-norma nilai ini dapat dibentuk dengan berbagai macam cara. Kehidupan
bersama antar manusia membentuk norma selanjutnya, yakni aturan-aturan,
hukum-hukum yang dibutuhkan suatu masyarakat tertentu. Dalam negara-negara
modern aturan-aturan atau hukum-hukum tersebut termaktub dalam sebuah sistem
hukum dan sama bagi semua warga. Apabila aturan-aturan ini dilanggar yang
bersangkutan harus memperoleh hukuman atau sanksi.
Tanggung jawab dan Kebebasan tidak
dapat dipisahkan. Orang yang dapat bertanggung jawab terhadap tindakannya dan
mempertanggungjawabkan perbuatannya hanyalah orang yang mengambil keputusan dan
bertindak tanpa tekanan dari pihak manapun atau secara bebas. Liberalisme
menghendaki satu bentuk kehidupan bersama yang memungkinkan manusianya untuk
membuat keputusan sendiri tentang hidup mereka. Karena itu bagi suatu
masyarakat liberal hal yang mendasar adalah bahwa setiap individu harus
mengambil alih tanggung jawab. Ini merupakan kebalikan dari konsep sosialis
yang mendelegasikan tanggung jawab dalam ukuran seperlunya kepada masyarakat
atau negara.
Manusia sebagai
mahkluk individual artinya manusia harus bertanggung jawab terhadap dirinya
sendiri dan juga tanggung jawab kepada Sang Pencipta Allah SWT. Tanggung jawab
terhadap diri sendiri muncul dikarenakan akibat adanya suatu nila-nilai yang
diyakini kebenarannya, seperti halnya manusia dengan Tuhannya manusia menyakini
adanya nilai – nilai kebenaran Tuhannya. Dalam hal ini, manusia bertanggung
jawab atas agama yang dianutnya. Sebagai seorang muslim kita memiliki kewajiban
untuk melaksanakan shalat lima waktu, puasa pada bulan Ramadhan dan lain sebagainya,
sehingga sebagai seorang muslim kewajiban tersebut harus dilaksanakan tanpa ada
alasan apapun kecuali dalam keadaan yang tidak memungkinkan. Contohnya, dalam
keadaan haid, nifas dan sesuai ketentuan yang ada. Begitu pula dengan umat
Kristiani, mereka juga memiliki kewajiban terhadap Tuhannya yang mereka
percayai nilai – nilai kebenaranya misalnya melakukan ibadah di gereja.
Secara tradisional keluarga adalah tempat
dimana manusia saling memberikan tanggung jawabnya. Si orang tua bertanggung jawab
kepada anaknya, anggota keluarga saling tanggung jawab. Anggota keluarga saling
membantu dalam keadaan susah, saling mengurus di usia tua dan dalam keadaan
sakit. Ini khususnya menyangkut manusia yang karena berbagai alasan tidak mampu
atau tidak mampu lagi bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri secara penuh.
Ini terlepas dari apakah kehidupan itu berbentuk perkawinan atau tidak.
Tanggung jawab
terhadap orang lain tentu saja dapat diterapkan di luar lingkungan keluarga.
Bentuknya bisa beranekaragam. Yang penting adalah prinsip sukarela – pada kedua
belah pihak. Pertanggung jawaban manusia terhadap dirinya sendiri tidak boleh
digantikan dengan perwalian. Penerapan tanggung jawab terhadap diri sendiri
mengharuskan kita untuk berani mengambil resiko terhadap perilaku yang telah
kita lakukan dan ucapan yang keluar dari mulut kita. Orang yang bertanggung
jawab adalah orang yang rela berkorban demi orang – orang yang ada
disekitarnya. Akan tetapi manusia tidak boleh mendzalimi dirinya sendiri
dikarenakan hal apapun itu, seperti melalukan diet ketat sehingga dia tidak
makan, dan hanya makan sehari sekali, aktivitas yang begitu padat terkadang
membuat manusia lupa untuk mengistirahatkan badan. Kita memenuhi semua
kewajiban akan tetapi kita lupa kewajiban kita terhadap diri sendiri seperti,
istirahat, makan dan lain sebagainya. Sehingga akan berdampak buruk bagi diri
kita sendiri.
Sebagai seorang
mahasiswa kita memiliki tanggung jawab untuk belajar dengan sungguh – sungguh.
Misalnya Ani seorang mahasiswa Undip yang aktif berorganisasi hingga ia lupa
untuk beristirahat, pada suatu hari ia mengalami sakit sehingga mewajibkan ia
untuk istirahat total dirumah sakit. Sakitnya Ani adalah bukti tanggung jawab
dia terhadap diri sendiri dikarenakan tidak menjaga kesehatan dan aktif
beraktifitas tanpa memperdulikan jam istirahatnya. Setiap manusia memiliki
perannya masing-masing. Manusia yang sadar akan tanggung jawabnya berarti ia
telah tahu apa yang harus ia lakukan. Sadar artinya merasa tahu dan ingat akan
suatu hal yang harus dijalankannya. Setiap manusia harus memiliki kesadaran
yang tinggi akan tanggung jawabnya. Karena apabila manusia tadi memiliki
kesadaran yang tinggi, maka hidup terasa ringan tanpa tanggung jawab yang
menumpuk dalam diri kita. Pertanggung jawaban tadi juga harus ada
pengorbanannya untuk lolos dalam tanggung jawab kita serta abdikan tanggung
jawab kita tadi terhadap diri sendiri, Tuhan, keluarga ataupun negara.
Jadi sifat
tanggung jawab merupakan salah satu sikap terpuji yang ada pada diri manusia. Sikap
terpuji atau sikap tanggung jawab tersebut dapat terus membaik ataupun dapat
tergeser dari setiap individu akibat faktor eksternal. Karena tanggung jawab
pasti berada didalam diri manusia dan kita tidak bisa melepaskan diri dari
kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Tanggung jawab
dapat dikelompokkan menjadi dua hal, yang pertama yaitu tanggung jawab kepada
diri sendiri. Baik buruknya sesuatu kejadian yang terjadi pada diri kita
dipertanggung jawabkan oleh diri kita, bukan oleh orang lain dan tidak
menyalahkan siapapun ataupun yang paling buruk adalah menyalahkan takdir. Kita
mempunyai tanggung jawab kepada diri kita, berusaha semampunya adalah kunci
agar kita dapat mempertanggung jawabkan semua perbuatan kita di dunia ini. Yang
kedua adalah tanggung jawab kepada orang lain dan lingkungan sekitar, manusia
merupakan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya untuk
pengembangan dirinya. Dengan kata lain, ia mempunyai kewajiban-kewajiban moral
terhadap lingkungan sosialnya. Seperti contoh jika mencemooh orang lain atau
menjelekkan nama baik orang lain maka bisa saja orang itu tidak terima dan
sebagai akibatnya dia bisa saja mengancam kita atau perlakuan apapun yang bisa
berakibat fatal dan kita harus mempertanggung jawabkan apa yang telah kita
perbuat itu. Jika kita tidak melakukan tanggung jawab kepada orang lain jangan
harap suatu saat kita menuntut orang lain untuk bertanggung jawab kepada kita.
Sama halnya dengan jika kita berlaku adil, maka orang lain pun akan berlaku
adil kepada kita. Karena seperti yang sering kita dengar “Barang siapa yang
berbuat kebaikan, walau sebesar biji atom, dia akan melihatnya. Dan barang
siapa yang berbuat kejelekan, walau sebesar biji atom, maka ia akan melihatnya
pula”.



0 komentar:
Posting Komentar