Selasa, 19 April 2016

Cara Memanajemen Waktu Sebagai Mahasiswa



Manajemen Waktu
Waktu adalah besaran yang menunjukkan lamanya suatu peristiwa berlangsung. Sering dalam kehidupan sehari – hari waktu dibedakan dengan kronos (kejadian peristiwa yang akan ada tiap saat) dan kairos (kesempatan tidak akan terulang). Manajemen waktu merupakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan produktivitas waktu yang dapat di lakukan untuk menyeimbangkan waktu agar kegiatan berjalan secara efektif. Dimana mahasiswa memiliki banyak kesibukkan dan tanggung jawab lain yang menjadi beban, maka diharapkan mahasiswa dapat memanajement waktu  dengan baik, yang nantinya akan menemukan keseimbangan antara kapan harus belajar, berorganisasi, bersantai, dan beristirahat. Sebagai mahasiswa  pasti akan memiliki banyak kegiatan dan tantangan baru, peran dan sekaligus tanggung jawab serta prioritas lain yang harus di lakukan. Masa adaptasi dari masa remaja yang sebelumnya menjalani pendidikan menengah ke masa dewasa yang mulai merintis pendidikan tinggi di perguruan tinggi membuat dan menuntut terjadinya perubahan besar di dalam menata manajemen waktu.
Waktu sendiri menjadi salah satu sumber daya unjuk kerja. Sumber daya yang mesti dikelola secara efektif dan efisien. Efektifitas terlihat dari tercapainya tujuan menggunakan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Dan efisien tidak lain mengandung dua makna, yaitu makna pengurangan waktu yang ditentukan, dan makna investasi waktu menggunakan waktu yang ada. Manajemen waktu bertujuan kepada produktivitas yang berarti rasio output dengan input. Tampak dan dirasakan seperti membuang-buang waktu dengan mengikuti fungsi manajemen dalam mengelola waktu. Merencanakan terlebih dahulu penggunaan waktu bukanlah suatu pemborosan melainkan memberikan pedoman dan arah bahkan pengawasan terhadap waktu.
Prioritas dan Bukan Hal prioritas adalah jika tidak dilakukan akan berdampak tidak baik bagi diri sendiri. Selain itu ada hal yang perlu kita ketahui untuk mengakomodir semua kebutuhan kita dalam perencanaan perlu kita mengetahu hal proiritas dan tidak. Yang di maksud dengan hal prioritas adalah sesuatu yang kalau tidak dilakukan akan memberikan dampak buruk bagi kita, sehingga hal ini adalah mendesak yang tidak bias ditunda. Sehingga dalam proses manajemen waktu perlu dilakukan identifikasi kebutuhan bagi mahasiswa untuk dimasukan dalam perencanaan sesuai dengan ukuran prioritas. Kendalikan jumlah aktivitas yang kamu ikuti dengan cara mengikuti lebih sedikit aktivitas dapat berarti mampu mengendalikan kualitas komitmen yang dapat kamu tawarkan. Jika kamu mengikuti beberapa aktivitas, dan ada diantara aktivitas tersebut yang sangat menyita waktu dan tenagamu dan kegiatan lain yang lebih perlu prioriotas, maka lepaskan dahulu aktivitas itu, sesuai dengan urutan skala prioritas.
       Kunci dari manajemen waktu adalah perencanaan (planning). Tanpa ini, tidak akan pernah berhasil menata waktu apalagi meraih hasil optimal. Betapapun enggannya diri sendiri karena terkesan membosankan, namun menyusun daftar panjang kegiatan harus dilakukan, menyisihkan waktu sejenak untuk berfikir mana dari daftar yang harus dipilih terlebih dahulu untuk dilaksanakan esok hari, lusa, minggu depan atau bulan depan, adalah momen paling kritis untuk mengontrol waktu hidup sendiri. Tidak tergoda untuk mengerjakan hal-hal yang kecil tetapi menyita waktu. Selain itu, belajar penting jika kamu ingin mendapatkan pekerjaan yang bagus, beramal soleh, atau mengajak orang dalam kebaikan, untuk memulai melakukan kegiatan pengembangan. Kurangi aktivitas yang tidak masuk kedalam skala prioritas, misalnya chatting berlama-lama dengan skype, BBM, facebook, twitter dan lain sebagainya. Dan ternyata hal yang tidak terlalu penting ini justru banyak menyita waktu pelajar dan mahasiswa saat ini. Mengapa? Karena kita kehilangan fokus dan tidak melakukan hal yang sebenarnya lebih perlu untuk dilakukan.  Kuncinya adalah disiplin didalam mengerjakan rencana yang tentunya sudah ada prioritasnya. Sesekali kita melakukan hal-hal kecil tersebut untuk menyegarkan pikiran, hal itu masih wajar tetapi jika sampai menyita banyak waktu atau berketerusan cobalah untuk kembali melihat tugas-tugas kita. Berikut ini langkah-langkah untuk membantu memanajemen waktu, yaitu :
  1. Buatlah buku agenda, kalender atau catatan khusus, baik secara manual ataupun elektronik;
  2. Tulis semua tanggal, hari, waktu yang berkaitan dengan kegiatan akademik. Misalnya, tanggal ujian tengah dan akhir semester, tanggal paling akhir menyerahkan tugas kelas, tanggal terakhir batas pembayaran uang kuliah, tanggal perwalian akademik dengan dosen wali, tanggal pendaftaran rencana studi, dan lain sebagainya;
  3. Tulis semua tanggal, hari, dan waktu untuk kegiatan yang bersifat sosial dan personal. Misalnya, kapan punya janji untuk konsultasi ke dokter, tagihan uang sewa kamar, jadwal untuk pulang ke rumah orang tua di daerah, atau untuk berkunjung ke keluarga;
  4. Susun prioritas kegiatan yang terdapat di dalam daftar b dan c di atas, mulai dari yang paling utama hingga paling tidak utama, sehingga menghasilkan sebuah jadwal rutin mingguan.
  5. Belajar dimulai dari subyek yang membosankan atau sulit terlebih dahulu. Alasannya adalah ketika kita dalam keadaan segar, informasi-informasi yang diperoleh akan cepat diproses sehingga kita bisa menghemat waktu. Selain itu akan lebih mudah mendapatkan semangat atau motivasi untuk mempelajari hal yang menyenangkan ketika keadaan kita sedang lelah daripada harus mempelajari hal atau subyek yang membosankan.
  6. Cukup dan Berkualitas, itulah kunci untuk tidur dan makan. Adakalanya ketika ada tugas membutuhkan waktu dan energi yang cukup banyak, kita melupakan atau mengabaikan makan atau tidur. Bahkan tidur pun kadang kala bisa dianggap sebagai “bank” didalam manajemen waktu, ketika harus selesaikan tugas yang belum selesai, waktu tidur pun diambil untuk menyelesaikan tugas. Hal seperti itu tidak efektif karena tubuh akan lebih membutuhkan energi yang lebih banyak untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut agar tidak kelelahan dan konsentrasi tetap terjaga.
  1. Tempat atau lingkungan belajar yang kondusif, pastikan mendapatkan tempat belajar yang kondusif yang jauh dari gangguan, mungkin bisa di perpustakaan karena perpustakaan merupakan tempat baik untuk belajar tetapi perpustakaan jam operasinya terbatas.
  2. Gunakan waktu menunggu. Ketika menunggu kendaraan atau transpotasi umum untuk pulang pergi kampus, waktu tersebut bisa dimanfaatkan untuk membaca atau ketika menunggu teman, selalu bawa catatan kecil atau ringkasan subyek kuliah, meskipun hanya satu paragraf.
  3. Jangan lupa dan jangan tinggalkan rekreasi. Kuliah, bukan berarti harus belajar sepanjang masa, tetap harus mempunyai kehidupan sosial yang baik. Misal berkunjung ke teman atau mengerjakan hobi yang anda sukai.
  4. Berdoalah, dengan cara meminta kepada Allah untuk memberikanmu kemampuan mengatur waktu dan untuk memberkahi waktu dan usahamu. Maka Ucapkan bismillah dan lakukanlah.


0 komentar:

Posting Komentar