Selasa, 19 April 2016

Pentingnya Teamwork dalam Dunia Perencanaan


Pentingnya Teamwork dalam Dunia Perencanaan

Teamwork atau kerjasama dalam tim merupakan kegiatan yang dilakukan oleh sekelompok orang dalam sebuah organisasi, bertujuan untuk mempersatukan ide atau gagasan sehingga didapatkan suatu keputusan bersama yang lebih objektif. Teamwork harus bisa dilakukan oleh semua orang, terutama oleh seorang perencana. Seorang  perencana tidak dapat berdiri sendiri dalam melaksanakan sebuah proyek, maka seorang perencana harus dapat merangkul ahli-ahli dalam bidang ilmu lainnya agar menjadi satu dalam teamwork, karena ketika masing-masing pihak bekerja sendiri-sendiri, maka hancurlah proyek tersebut. Tidak akan ada ketepatan kebijakan ataupun keoptimalan penggunaan fungsi antara aspek yang satu dengan aspek yang lainnya.
Kemampuan masing-masing individu dalam kelompok juga berbeda, maka dalam kelompok diharapkan dapat saling mengkomunikasikan hal yang ingin disampaikan dengan baik dan melengkapi kekurangan kelompoknya, karena ada hal yang tidak dapat kita lakukan tetapi dapat dilakukan oleh orang lain, begitu juga sebaliknya. Disini teamwork diperlukan dalam kegiatan perencanaan yang bertujuan untuk dapat mengungkapkan aspirasi, bertukar pendapat, mencari solusi bersama, melakukan pembagian tugas dengan cara bersikap tidak mementingkan egoisme, menghargai satu sama lain, bertanggung jawab terhadap tugas yang diemban, memberikan kontribusi yang maksimal dan mendukung kelompoknya agar program yang telah disusun bisa terlaksana dengan efisien serta dapat meminimalisasi adanya kerugian.
Salah satu kunci agar kita dapat bekerja sama dalam kelompok adalah kita harus percaya dengan kemampuan diri sendiri dan kemampuan orang lain. Kerja sama didasarkan atas tujuan bersama sehingga dalam kerja sama itu, setiap anggota kelompok mengetahui tujuan apa yang akan dicapai dari suatu kegiatan kelompok. Khusus di dunia perencanaan yang sarat dengan kegiatan lapangan, tentunya kita tidak dapat melakukan semua hal sendirian, pasti kita akan bekerja sama dengan sebuah kelompok. Dalam kelompok perencanaan juga tugas-tugas harus dibagi tiap anggota kelompok sesuai kemampuan masing-masing. Misalnya ada yang bertugas melakukan pemetaan, survey, menggambar sketsa wilayah, dan menulis laporan. Intinya, kerja sama di bidang perencanaan perlu dilakukan. Selain untuk optimalisasi perkerjaan, efisiensi waktu juga dapat diperoleh, juga manfaat-manfaat lainnya. Tanpa kerja sama, kita tidak dapat menyelesaikan pekerjaan secara optimal. Melalui kerja sama kita dapat berinteraksi di lingkungan kita bekerja, dan hal tersebut sangat dibutuhkan dalam dunia perencanaan.

Tanggung Jawab Sebagai Manusia

Tanggung jawab adalah suatu kesadaran manusia atas perilakunya yang disengaja maupun yang tidak disengaja, dan merupakan suatu kewajiban bagi setiap manusia sehingga harus dilaksanakan. Manusia pada hakikatnya merupakan mahkluk yang memiliki tanggung jawab penuh atas apa yang ia lakukan. Hal ini dikarenakan manusia memiliki peran penting dalam hidup bermasyarakat dan interaksi sosial dengan masyarakat serta dalam konteks individual. Manusia bertanggung jawab terhadap tindakan mereka. Manusia menanggung akibat dari perbuatannya dan mengukurnya pada berbagai norma. Di antaranya adalah nurani sendiri, standar nilai setiap pribadi. Norma-norma nilai ini dapat dibentuk dengan berbagai macam cara. Kehidupan bersama antar manusia membentuk norma selanjutnya, yakni aturan-aturan, hukum-hukum yang dibutuhkan suatu masyarakat tertentu. Dalam negara-negara modern aturan-aturan atau hukum-hukum tersebut termaktub dalam sebuah sistem hukum dan sama bagi semua warga. Apabila aturan-aturan ini dilanggar yang bersangkutan harus memperoleh hukuman atau sanksi.
Tanggung jawab dan Kebebasan tidak dapat dipisahkan. Orang yang dapat bertanggung jawab terhadap tindakannya dan mempertanggungjawabkan perbuatannya hanyalah orang yang mengambil keputusan dan bertindak tanpa tekanan dari pihak manapun atau secara bebas. Liberalisme menghendaki satu bentuk kehidupan bersama yang memungkinkan manusianya untuk membuat keputusan sendiri tentang hidup mereka. Karena itu bagi suatu masyarakat liberal hal yang mendasar adalah bahwa setiap individu harus mengambil alih tanggung jawab. Ini merupakan kebalikan dari konsep sosialis yang mendelegasikan tanggung jawab dalam ukuran seperlunya kepada masyarakat atau negara.
Manusia sebagai mahkluk individual artinya manusia harus bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri dan juga tanggung jawab kepada Sang Pencipta Allah SWT. Tanggung jawab terhadap diri sendiri muncul dikarenakan akibat adanya suatu nila-nilai yang diyakini kebenarannya, seperti halnya manusia dengan Tuhannya manusia menyakini adanya nilai – nilai kebenaran Tuhannya. Dalam hal ini, manusia bertanggung jawab atas agama yang dianutnya. Sebagai seorang muslim kita memiliki kewajiban untuk melaksanakan shalat lima waktu, puasa pada bulan Ramadhan dan lain sebagainya, sehingga sebagai seorang muslim kewajiban tersebut harus dilaksanakan tanpa ada alasan apapun kecuali dalam keadaan yang tidak memungkinkan. Contohnya, dalam keadaan haid, nifas dan sesuai ketentuan yang ada. Begitu pula dengan umat Kristiani, mereka juga memiliki kewajiban terhadap Tuhannya yang mereka percayai nilai – nilai kebenaranya misalnya melakukan ibadah di gereja.
 Secara tradisional keluarga adalah tempat dimana manusia saling memberikan tanggung jawabnya. Si orang tua bertanggung jawab kepada anaknya, anggota keluarga saling tanggung jawab. Anggota keluarga saling membantu dalam keadaan susah, saling mengurus di usia tua dan dalam keadaan sakit. Ini khususnya menyangkut manusia yang karena berbagai alasan tidak mampu atau tidak mampu lagi bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri secara penuh. Ini terlepas dari apakah kehidupan itu berbentuk perkawinan atau tidak.
Tanggung jawab terhadap orang lain tentu saja dapat diterapkan di luar lingkungan keluarga. Bentuknya bisa beranekaragam. Yang penting adalah prinsip sukarela – pada kedua belah pihak. Pertanggung jawaban manusia terhadap dirinya sendiri tidak boleh digantikan dengan perwalian. Penerapan tanggung jawab terhadap diri sendiri mengharuskan kita untuk berani mengambil resiko terhadap perilaku yang telah kita lakukan dan ucapan yang keluar dari mulut kita. Orang yang bertanggung jawab adalah orang yang rela berkorban demi orang – orang yang ada disekitarnya. Akan tetapi manusia tidak boleh mendzalimi dirinya sendiri dikarenakan hal apapun itu, seperti melalukan diet ketat sehingga dia tidak makan, dan hanya makan sehari sekali, aktivitas yang begitu padat terkadang membuat manusia lupa untuk mengistirahatkan badan. Kita memenuhi semua kewajiban akan tetapi kita lupa kewajiban kita terhadap diri sendiri seperti, istirahat, makan dan lain sebagainya. Sehingga akan berdampak buruk bagi diri kita sendiri.
Sebagai seorang mahasiswa kita memiliki tanggung jawab untuk belajar dengan sungguh – sungguh. Misalnya Ani seorang mahasiswa Undip yang aktif berorganisasi hingga ia lupa untuk beristirahat, pada suatu hari ia mengalami sakit sehingga mewajibkan ia untuk istirahat total dirumah sakit. Sakitnya Ani adalah bukti tanggung jawab dia terhadap diri sendiri dikarenakan tidak menjaga kesehatan dan aktif beraktifitas tanpa memperdulikan jam istirahatnya. Setiap manusia memiliki perannya masing-masing. Manusia yang sadar akan tanggung jawabnya berarti ia telah tahu apa yang harus ia lakukan. Sadar artinya merasa tahu dan ingat akan suatu hal yang harus dijalankannya. Setiap manusia harus memiliki kesadaran yang tinggi akan tanggung jawabnya. Karena apabila manusia tadi memiliki kesadaran yang tinggi, maka hidup terasa ringan tanpa tanggung jawab yang menumpuk dalam diri kita. Pertanggung jawaban tadi juga harus ada pengorbanannya untuk lolos dalam tanggung jawab kita serta abdikan tanggung jawab kita tadi terhadap diri sendiri, Tuhan, keluarga ataupun negara.
Jadi sifat tanggung jawab merupakan salah satu sikap terpuji yang ada pada diri manusia. Sikap terpuji atau sikap tanggung jawab tersebut dapat terus membaik ataupun dapat tergeser dari setiap individu akibat faktor eksternal. Karena tanggung jawab pasti berada didalam diri manusia dan kita tidak bisa melepaskan diri dari kehidupan sekitar yang menunutut kepedulian dan tanggung jawab. Tanggung jawab dapat dikelompokkan menjadi dua hal, yang pertama yaitu tanggung jawab kepada diri sendiri. Baik buruknya sesuatu kejadian yang terjadi pada diri kita dipertanggung jawabkan oleh diri kita, bukan oleh orang lain dan tidak menyalahkan siapapun ataupun yang paling buruk adalah menyalahkan takdir. Kita mempunyai tanggung jawab kepada diri kita, berusaha semampunya adalah kunci agar kita dapat mempertanggung jawabkan semua perbuatan kita di dunia ini. Yang kedua adalah tanggung jawab kepada orang lain dan lingkungan sekitar, manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain dalam hidupnya untuk pengembangan dirinya. Dengan kata lain, ia mempunyai kewajiban-kewajiban moral terhadap lingkungan sosialnya. Seperti contoh jika mencemooh orang lain atau menjelekkan nama baik orang lain maka bisa saja orang itu tidak terima dan sebagai akibatnya dia bisa saja mengancam kita atau perlakuan apapun yang bisa berakibat fatal dan kita harus mempertanggung jawabkan apa yang telah kita perbuat itu. Jika kita tidak melakukan tanggung jawab kepada orang lain jangan harap suatu saat kita menuntut orang lain untuk bertanggung jawab kepada kita. Sama halnya dengan jika kita berlaku adil, maka orang lain pun akan berlaku adil kepada kita. Karena seperti yang sering kita dengar “Barang siapa yang berbuat kebaikan, walau sebesar biji atom, dia akan melihatnya. Dan barang siapa yang berbuat kejelekan, walau sebesar biji atom, maka ia akan melihatnya pula”.

Cara Memanajemen Waktu Sebagai Mahasiswa



Manajemen Waktu
Waktu adalah besaran yang menunjukkan lamanya suatu peristiwa berlangsung. Sering dalam kehidupan sehari – hari waktu dibedakan dengan kronos (kejadian peristiwa yang akan ada tiap saat) dan kairos (kesempatan tidak akan terulang). Manajemen waktu merupakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan produktivitas waktu yang dapat di lakukan untuk menyeimbangkan waktu agar kegiatan berjalan secara efektif. Dimana mahasiswa memiliki banyak kesibukkan dan tanggung jawab lain yang menjadi beban, maka diharapkan mahasiswa dapat memanajement waktu  dengan baik, yang nantinya akan menemukan keseimbangan antara kapan harus belajar, berorganisasi, bersantai, dan beristirahat. Sebagai mahasiswa  pasti akan memiliki banyak kegiatan dan tantangan baru, peran dan sekaligus tanggung jawab serta prioritas lain yang harus di lakukan. Masa adaptasi dari masa remaja yang sebelumnya menjalani pendidikan menengah ke masa dewasa yang mulai merintis pendidikan tinggi di perguruan tinggi membuat dan menuntut terjadinya perubahan besar di dalam menata manajemen waktu.
Waktu sendiri menjadi salah satu sumber daya unjuk kerja. Sumber daya yang mesti dikelola secara efektif dan efisien. Efektifitas terlihat dari tercapainya tujuan menggunakan waktu yang telah ditetapkan sebelumnya. Dan efisien tidak lain mengandung dua makna, yaitu makna pengurangan waktu yang ditentukan, dan makna investasi waktu menggunakan waktu yang ada. Manajemen waktu bertujuan kepada produktivitas yang berarti rasio output dengan input. Tampak dan dirasakan seperti membuang-buang waktu dengan mengikuti fungsi manajemen dalam mengelola waktu. Merencanakan terlebih dahulu penggunaan waktu bukanlah suatu pemborosan melainkan memberikan pedoman dan arah bahkan pengawasan terhadap waktu.
Prioritas dan Bukan Hal prioritas adalah jika tidak dilakukan akan berdampak tidak baik bagi diri sendiri. Selain itu ada hal yang perlu kita ketahui untuk mengakomodir semua kebutuhan kita dalam perencanaan perlu kita mengetahu hal proiritas dan tidak. Yang di maksud dengan hal prioritas adalah sesuatu yang kalau tidak dilakukan akan memberikan dampak buruk bagi kita, sehingga hal ini adalah mendesak yang tidak bias ditunda. Sehingga dalam proses manajemen waktu perlu dilakukan identifikasi kebutuhan bagi mahasiswa untuk dimasukan dalam perencanaan sesuai dengan ukuran prioritas. Kendalikan jumlah aktivitas yang kamu ikuti dengan cara mengikuti lebih sedikit aktivitas dapat berarti mampu mengendalikan kualitas komitmen yang dapat kamu tawarkan. Jika kamu mengikuti beberapa aktivitas, dan ada diantara aktivitas tersebut yang sangat menyita waktu dan tenagamu dan kegiatan lain yang lebih perlu prioriotas, maka lepaskan dahulu aktivitas itu, sesuai dengan urutan skala prioritas.
       Kunci dari manajemen waktu adalah perencanaan (planning). Tanpa ini, tidak akan pernah berhasil menata waktu apalagi meraih hasil optimal. Betapapun enggannya diri sendiri karena terkesan membosankan, namun menyusun daftar panjang kegiatan harus dilakukan, menyisihkan waktu sejenak untuk berfikir mana dari daftar yang harus dipilih terlebih dahulu untuk dilaksanakan esok hari, lusa, minggu depan atau bulan depan, adalah momen paling kritis untuk mengontrol waktu hidup sendiri. Tidak tergoda untuk mengerjakan hal-hal yang kecil tetapi menyita waktu. Selain itu, belajar penting jika kamu ingin mendapatkan pekerjaan yang bagus, beramal soleh, atau mengajak orang dalam kebaikan, untuk memulai melakukan kegiatan pengembangan. Kurangi aktivitas yang tidak masuk kedalam skala prioritas, misalnya chatting berlama-lama dengan skype, BBM, facebook, twitter dan lain sebagainya. Dan ternyata hal yang tidak terlalu penting ini justru banyak menyita waktu pelajar dan mahasiswa saat ini. Mengapa? Karena kita kehilangan fokus dan tidak melakukan hal yang sebenarnya lebih perlu untuk dilakukan.  Kuncinya adalah disiplin didalam mengerjakan rencana yang tentunya sudah ada prioritasnya. Sesekali kita melakukan hal-hal kecil tersebut untuk menyegarkan pikiran, hal itu masih wajar tetapi jika sampai menyita banyak waktu atau berketerusan cobalah untuk kembali melihat tugas-tugas kita. Berikut ini langkah-langkah untuk membantu memanajemen waktu, yaitu :
  1. Buatlah buku agenda, kalender atau catatan khusus, baik secara manual ataupun elektronik;
  2. Tulis semua tanggal, hari, waktu yang berkaitan dengan kegiatan akademik. Misalnya, tanggal ujian tengah dan akhir semester, tanggal paling akhir menyerahkan tugas kelas, tanggal terakhir batas pembayaran uang kuliah, tanggal perwalian akademik dengan dosen wali, tanggal pendaftaran rencana studi, dan lain sebagainya;
  3. Tulis semua tanggal, hari, dan waktu untuk kegiatan yang bersifat sosial dan personal. Misalnya, kapan punya janji untuk konsultasi ke dokter, tagihan uang sewa kamar, jadwal untuk pulang ke rumah orang tua di daerah, atau untuk berkunjung ke keluarga;
  4. Susun prioritas kegiatan yang terdapat di dalam daftar b dan c di atas, mulai dari yang paling utama hingga paling tidak utama, sehingga menghasilkan sebuah jadwal rutin mingguan.
  5. Belajar dimulai dari subyek yang membosankan atau sulit terlebih dahulu. Alasannya adalah ketika kita dalam keadaan segar, informasi-informasi yang diperoleh akan cepat diproses sehingga kita bisa menghemat waktu. Selain itu akan lebih mudah mendapatkan semangat atau motivasi untuk mempelajari hal yang menyenangkan ketika keadaan kita sedang lelah daripada harus mempelajari hal atau subyek yang membosankan.
  6. Cukup dan Berkualitas, itulah kunci untuk tidur dan makan. Adakalanya ketika ada tugas membutuhkan waktu dan energi yang cukup banyak, kita melupakan atau mengabaikan makan atau tidur. Bahkan tidur pun kadang kala bisa dianggap sebagai “bank” didalam manajemen waktu, ketika harus selesaikan tugas yang belum selesai, waktu tidur pun diambil untuk menyelesaikan tugas. Hal seperti itu tidak efektif karena tubuh akan lebih membutuhkan energi yang lebih banyak untuk menyelesaikan tugas-tugas tersebut agar tidak kelelahan dan konsentrasi tetap terjaga.
  1. Tempat atau lingkungan belajar yang kondusif, pastikan mendapatkan tempat belajar yang kondusif yang jauh dari gangguan, mungkin bisa di perpustakaan karena perpustakaan merupakan tempat baik untuk belajar tetapi perpustakaan jam operasinya terbatas.
  2. Gunakan waktu menunggu. Ketika menunggu kendaraan atau transpotasi umum untuk pulang pergi kampus, waktu tersebut bisa dimanfaatkan untuk membaca atau ketika menunggu teman, selalu bawa catatan kecil atau ringkasan subyek kuliah, meskipun hanya satu paragraf.
  3. Jangan lupa dan jangan tinggalkan rekreasi. Kuliah, bukan berarti harus belajar sepanjang masa, tetap harus mempunyai kehidupan sosial yang baik. Misal berkunjung ke teman atau mengerjakan hobi yang anda sukai.
  4. Berdoalah, dengan cara meminta kepada Allah untuk memberikanmu kemampuan mengatur waktu dan untuk memberkahi waktu dan usahamu. Maka Ucapkan bismillah dan lakukanlah.


Profil Kota Jambi


PROFIL KOTA JAMBI

1.      LAMBANG PROVINSI JAMBI

SEPUCUK JAMBI SEMBILAN LURAH

Description: http://jambiprov.go.id/images/logo.jpg

Pada logo Provinsi Jambi yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 1 tahun 1969 tertera kalimat Sepucuk Jambi Sembilan Lurah.

PENGERTIAN LAMBANG DAERAH
  1. Bidang dasar persegi lima :
    Melambangkan jiwa dan semangat PANCASILA Rakyat Jambi.
  2. Enam lobang mesjid dan satu keris serta fondasi mesjid dua susun batu diatas lima dan dibawah tujuh : Melambangkan berdirinya daerah Jambi sebagai daerah otonom yang berhak mengatur rumahtangganya sendiri pada tanggal 6 Januari 1957.
  3. Sebuah mesjid :
    Melambangkan keyakinan dan ketaatan Rakyat Jambi dalam beragama.
  4. Keris Siginjai :
    Keris Pusaka yang melambangkan kepahlawanan Rakyat Jambi menentang penjajahan dan kezaliman menggambarkan bulan berdirinya Provinsi Jambi pada bulan Januari.
  5. Cerana yang pakai kain penutup persegi sembilan :
    Melambangkan Keiklasan yang bersumber pada keagungan Tuhan menjiwai Hati Nurani.
  6. GONG :
    Melambangkan jiwa demokrasi yang tersimpul dalam pepatah adat "BULAT AIR DEK PEMBULUH, BULAT KATO DEK MUFAKAT".
  7. EMPAT GARIS :
    Melambangkan sejarah rakyat Jambi dari kerajaan Melayu Jambi hingga menjadi Provinsi Jambi.
  8. Tulisan yang berbunyi: "SEPUCUK JAMBI SEMBILAN LURAH" didalam satu pita yang bergulung tiga dan kedua belah ujungnya bersegi dua melambangkan kebesaran kesatuan wilayah geografis 9 DAS dan lingkup wilayah adat dari Jambi : "SIALANG BELANTAK
  9. BESI SAMPAI DURIAN BATAKUK RAJO DAN DIOMBAK NAN BADABUR, TANJUNG JABUNG".

2.      SEJARAH BERDIRINYA PROVINSI JAMBI

 

Kota Jambi adalah sebuah kota sekaligus merupakan ibu kota dari provinsi Jambi, Indonesia. Dahulu dikenal dengan nama Djambi (1946-1972).Kota Jambi dibelah oleh sungai yang bernama Batanghari, kedua kawasan tersebut terhubung oleh jembatan yang bernama jembatan Aur Duri. Pemerintah Kota Jambi dibentuk dengan Ketetapan Gubernur Sumatera No. 103/1946 sebagai Daerah Otonom Kota Besar di Sumatera, yang kemudiannya disokong pula dengan Undang - undang No.9/1956 dan dinyatakan sebagai Daerah Otonom Kota Besar dalam lingkungan Provinsi Sumatera Tengah.Dengan pembentukan Provinsi Jambi pada tarikh 6 Januari 1948, maka Kota Jambi secara rasmi menjadi Ibukota Provinsi. Dengan yang demikian, Kota Jambi sebagai Daerah Tingkat II pernah terletak di bawah tiga Provinsi yaitu Provinsi Sumatera, Provinsi Sumatera Tengah dan kini pula di bawah Provinsi Jambi.
        Melihat tempo waktu antara Proklamasi Kemerdekan Indonesia pada 17 Agustus 1945 dengan pembentukan Pemerintah Kota Jambi pada 17 Mei 1946, merupakan tempo masa yang agak singkat. Dengan yang demikian jelas, bahawa Pembentukan Pemerintah Otonom Kota Besar Jambi pada saat ini, dipengaruhi dengan kuat oleh jiwa dan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945. Walaupun demikian, menurut catatan sejarah, penubuhan Kota Jambi bersamaan dengan berdirinya Provinsi Jambi, namun tarikh ulang tahunnya ditetapkan dua tahun lebih awal, bersesuaian dengan Peraturan Daerah (Perda) Kota Jambi No.16/1985 yang disahkan oleh Gabenor Kepala Daerah Tingkat I Jambi dengan Surat Keputusan No. 156/1986, bahwa Hari Pembentukan Pemerintah Kota Jambi adalah pada tarikh 17 May 1946.

3.      PROFIL WILAYAH KOTA JAMBI
a.      Letak Wilayah dan Topografi
Secara geografis Provinsi Jambi terletak pada 0o45’-2o45’ Lintang Selatan dan 101o10’-104o55’ Bujur Timur di bagian tengah Pulau Sumatera, sebelah Utara berbatasan dengan Provinsi Riau, Sebelah Timur dengan Laut Cina Selatan Provinsi Kepulauan Riau, sebelah Selatan berbatasan dengan Provinsi Sumatera Selatan dan sebelah Barat berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat. Posisi Provinsi Jambi cukup strategis karena langsung berhadapan dengan kawasan pertumbuhan ekonomi yaitu IMS-GT (Indonesia, Malaysia, Singapura Growth Triangle). Luas wilayah Provinsi Jambi sesuai dengan Undang-undang Nomor 19 tahun 1957, tentang Pembentukan Daerah-Daerah Swatantra Tingkat I Sumatera Barat, Jambi dan Riau, yang kemudian ditetapkan menjadi Undang-Undang Nomor 61 tahun 1958 (Lembaran Negara Tahun 1958 Nomor 112) adalah seluas 53.435,72 km2 dengan luas daratan 50.160,05 km2 dan luas perairan 3.274,95 Km2 yang terdiri atas :
1.      Kabupaten Kerinci 3.355,27 Km2 (6,67%)
2.      Kabupaten Bungo 4.659 Km2 (9,25%)
3.      Kabupaten Merangin 7.679 Km2 (15,25%)
4.      Kabupaten Sarolangun 6.184 Km2 (12,28%)
5.      Kabupaten Batanghari 5.804 Km2 (11,53%)
6.      Kabupaten Muaro Jambi 5.326 Km2 (10,58%)
7.      Kabupaten Tanjab Barat 4.649,85 Km2 (9,24%)
8.      Kabupaten Tanjab Timur 5.445 Km2 (10,82%)
9.      Kabupaten Tebo 6.641 Km2 (13,19%)
10.  Kota Jambi 205,43 Km2 (0,41%)
11.  Kota Sungai Penuh 391,5 Km2 (0,78%)

Secara administratif, jumlah kecamatan dan desa/kelurahan di Provinsi Jambi tahun 2010 sebanyak 131 Kecamatan dan 1.372 Desa/Kelurahan, dimana jumlah Kecamatan dan Desa/Kelurahan terbanyak di Kabupaten Merangin yaitu 24 Kecamatan dan 212 Desa/Kelurahan.
Secara topografis, Provinsi Jambi terdiri atas 3 (tiga) kelompok variasi ketinggian (Bappeda, 2010):
  1. Daerah dataran rendah 0-100 m (69,1%), berada di wilayah timur sampai tengah. Daerah dataran rendah ini terdapat di Kota Jambi, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, sebagian Kabupaten Batanghari, Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo, Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin
  2. Daerah dataran dengan ketinggian sedang 100-500 m (16,4%), pada wilayah tengah. Daerah dengan ketinggian sedang ini terdapat di Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo, Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin serta sebagian Kabupaten Batanghari; dan
  3. 3) Daerah dataran tinggi >500 m (14,5%), pada wilayah barat. Daerah pegunungan ini terdapat di Kabupaten Kerinci, Kota Sungai Penuh serta sebagian Kabupaten Bungo, Kabupaten Tebo, Kabupaten Sarolangun dan Kabupaten Merangin.
Provinsi Jambi memiliki topografi wilayah yang bervariasi mulai dari ketinggian 0 meter dpl di bagian timur sampai pada ketingian di atas 1.000 meter dpl, ke arah barat morfologi lahannya semakin tinggi dimana di bagian barat merupakan kawasan pegunungan Bukit Barisan yang berbatasan dengan Provinsi Bengkulu dan Sumatera Barat yang merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. 

Description: http://jambiprov.go.id/images/letluas1.jpg













PETA KOTA JAMBI
















b.      Klimatologi
Provinsi Jambi sebagai salah satu Provinsi di Sumatera yang terkenal dengan iklim tropis dan kaya akan sumberdaya alam dan keanekaragaman hayati, namun juga tetap menjadi kerentanan terjadi perubahan iklim. Gejala perubahan iklim seperti kenaikan temperatur, perubahan intensitas dan periode hujan, pergeseran musim hujan/kemarau, dan kenaikan muka air laut, akan mengancam daya dukung lingkungan dan kegiatan seluruh sektor pembangunan. Sepanjang tahun 2011, Provinsi Jambi memiliki karakteristik curah hujan sedang dan lembab, sehingga Jambi termasuk daerah yang beriklim tropis. Rata-rata curah hujan pada tahun 2010 mencapai 3.030 mm, sedangkan jumlah penyinaran matahari 4,2 jam perhari dengan kelembaban udara rata-rata sebesar 97%. Suhu udara rata-rata mencapai 27 derajat Celsius, sedangkan untuk dataran tinggi di Wilayah Barat mencapai 22 derajat celcius.

 c.       Hidrologi
Kota Jambi dibelah oleh Sungai Batanghari menjadi 2 (dua) bagian besar yaitu bagian selatan dan bagian utara. Bagian selatan merupakan bagian terbesar wilayah Kota Jambi dimana di wilayah bagian selatan ini sedikitnya terdapat 5 (lima) buah anak Sungai Batanghari, yaitu :
a. Sungai Kenali Besar
Sungai ini melewati Kecamatan Kotabaru dan Kecamatan Telanaipura,kemudian masuk kedalam Danau Kenali terus ke Danau Sipin dan akhirnya bermuara ke Sungai Batanghari.
b. Sungai Kambang
Daerah pengaliran Sungai Kambang meliputi sebagian Kelurahan Simpang III Sipin di Kecamatan Kotabaru dan Kelurahan Simpang IV Sipin.
c. Sungai Asam
Daerah pengaliran Sungai Asam meliputi Kecamatan Kota Baru (yaitu meliputi sebagian Kelurahan Kenali Asam Bawah, sebagian Kelurahan Kenali Asam Atas, Kelurahan Sukakarya, Kelurahan Simpang III Sipin dan Kelurahan Paal Lima), Kecamatan Jelutung (yaitu meliputi Kelurahan Jelutung, Kelurahan Lebak Bandung dan Kelurahan Cempaka Putih), Kecamatan Pasar Jambi (meliputi Kelurahan Beringin dan Kelurahan Orang Kayo Hitam).
d. Sungai Tembuku
Daerah pengaliran Sungai tembuku meliputi sebagian Kecamatan The Hok, Kelurahan Tambak Sari, sebagian Kelurahan Kebon Handil, Kelurahan Jelutung, sebagian Kelurahan Cempaka Putih, Kelurahan Talang Jauh, sebagian Kelurahan Sulanjana, Kelurahan Rajawali dan Kelurahan Kasang.
e. Sungai Selincah
Daerah pengaliran Sungai Selincah meliputi Kelurahan Talang Bakung dan Kelurahan Sejinjang.Sungai Batanghari selain berfungsi hidrologis juga berfungsi sebagai prasarana transportasi dan penunjang kegiatan ekonomi masyarakat serta sebagai sumber   air baku untuk air minum. Sedangkan danau yang ada di Kota Jambi antara lain adalah Danau Sipin, Danau Teluk, Danau Penyengat dan Danau Kiambang.

d.      Penggunaan Lahan
Di luar hutan, penggunaan lahan Provinsi Jambi masih didominasi oleh perkebunan karet dengan kontribusi sebesar 26,20%. Diikuti oleh perkebunan sawit sebanyak 19,22%. Sisanya berturut-turut terlihat pada tabel 1.2 di bawah ini.

                Description: http://jambiprov.go.id/images/letluas2.jpg

Sebagian besar lahan di Provinsi Jambi digunakan untuk kegiatan budidaya pertanian, baik pertanian lahan sawah maupun pertanian lahan bukan sawah. Berdasarkan karakter komplek ekologinya, perkembangan kawasan budidaya khususnya untuk pertanian terbagi atas tiga daerah yaitu kelompok ekologi hulu, tengah dan hilir. Masing-masing memiliki karakter khusus, dimana pada komplek ekologi hulu merupakan daerah yang terdapat kawasan lindung, ekologi tengah merupakan kawasan budidaya dengan ragam kegiatan yang sangat bervariasi dan komplek ekologi hilir merupakan kawasan budidaya dengan penerapan teknologi tata air untuk perikanan budidaya dan perikanan tangkap.

e.       Potensi Wilayah
Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional, Kawasan Strategis Nasional adalah wilayah yang penataan ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting secara nasional terhadap kedaulatan negara, pertahanan dan keamanan negara, ekonomi, sosial, budaya, dan/atau Iingkungan, termasuk wilayah yang ditetapkan sebagai warisan dunia. Kawasan strategis nasional yang berada di Provinsi Jambi ditetapkan dengan pertimbangan dari sudut kepentingan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup. Adapun Kawasan Strategis Nasional yang termasuk dalam kawasan wilayah Provinsi Jambi meliputi :
1.      Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (Provinsi Jambi, Sumatera Barat, Bengkulu dan Sumatera Selatan)
2.      Kawasan Taman Nasional Berbak (Provinsi Jambi)
3.      Kawasan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (Provinsi Jambi dan Riau)
4.      Kawasan Taman Nasional Bukit Duabelas (Provinsi Jambi)

4.      Demografi Penduduk
Menurut BPS (2010), penduduk Provinsi Jambi tahun 2010 berjumlah 3.092.265 jiwa dengan tingkat kepadatan rata-rata sebesar 61,65 jiwa/km2 kecuali Kota Jambi sebesar 2.588,99 jiwa/km2 dan Kota Sungai Penuh sebesar 210,20 jiwa/km2. Sebagaimana karakter ibukota Provinsi pada umumnya yaitu sebagai pusat pemerintahan, industri dan perdagangan, maka Kota Jambi juga merupakan daerah tujuan arus migrasi. Dilihat dari posisi kewilayahan barat dan timur, maka prosentase distribusi penduduk di kedua wilayah tersebut terlihat relative seimbang, yaitu 52% untuk wilayah timur (Batanghari, Muaro Jambi, Tanjung Jabung Barat, Tanjung Jabung Timur dan Kota Jambi), dan 48% untuk wilayah barat (Kerinci, Sungai Penuh, Merangin, Sarolangun, Bungo dan Tebo).

Description: http://jambiprov.go.id/images/letluas3.jpg













Description: http://jambiprov.go.id/images/letluas4.jpg















5.      KONDISI MASYARAKAT

a. Bidang Sosial Budaya dan Kehidupan Beragama
Pembangunan bidang sosial budaya dan keagamaan terkati erat dengan kualitas kehidupan manusia, masyarakat dan lingkungan sosial. Kondisi tersebut tercermin dari jumlah dan komposisi demografi, maupun aspek kualitas sumber daya manusia (SDM).
1. Di bidang kependudukan, upaya pengendalian laju pertumbuhan dan penyebaran penduduk yang dilakukan selama ini, dari waktu ke waktu telah mampu menekan tingkat pertumbuhan penduduk dan menyeimbangkan penyebarannya. Namun demikian, jumlah penduduk Provinsi Jambi terus meningkat, baik akibat kelahiran maupun perpindahan penduduk dari luar daerah. Pada tahun 2000 penduduk provinsi Jambi berjumlah 2.407.166 jiwa, pada tahun 2004 meningkat menjadi 2.619.553 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 1.6 persen dan dengan laju pertumbuhan demikian maka pada tahun 2025 diprediksi meningkat menjadi 3.509.531 jiwa. Begitu pula dilihat dari mobilitas penduduk terdapat kecenderungan peningkatan urbanisasi,sehingga peningkatan jumlah penduduk terkonsentrasi pada wilayah perkotaan.
2.Meningkatnya pemahaman terhadap keragaman budaya, pentingnya toleransi, dan pentingnya sosialisasi penyelesaian masalah tanpa kekerasan, serta mulai berkembangnya interaksi antarbudaya merupakan pertanda pembangunan budaya sudah mengalami kemajuan.Namun di sisi lain upaya pembangunan jatidiri bangsa seperti : penghargaan terhadap nilai budaya nasional dan budaya daerah, nilainilai solidaritas sosial, kekeluargaan, dan rasa cinta tanah air dirasakan semakin memudar. Hal tersebut disebabkan antara lain oleh kurangnya keteladanan para pemimpin, lemahnya budaya patuh pada hukum,cepatnya penyerapan budaya global yang negatif, dan kurang mampunya menyerap budaya global yang lebih sesuai dengan karakter bangsa, serta ketidak merataan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
b. Bidang Sarana dan Prasarana
1. Perkembangan pertumbuhan penduduk Provinsi Jambi yang merupakan pijakan dasar dalam perencanaan pembangunan dalam tiga dekade terakhir ini pertumbuhannya cukup signifikan, dimana selama periode 1971 – 1980 mencapai 4,07%. Kemudian sedikit turun selama periode 1980-1990 menjadi sebesar 3,4% dan untuk periode 1990-2000 turun lagi menjadi 1,84%. Untuk ke depan, pertumbuhan penduduk rata-rata diperkirakan tetap seperti periode sebelumnya selama periode 2000-
2010 kemudian turun pada periode 2010-2020 menjadi 1,44% dan akhirnya pada 2020-2025 tingkat pertumbuhannya menjadi 1,04%.Dengan pola pertumbuhan penduduk seperti di atas diperkirakan jumlah penduduk mencapai 3.509.531 jiwa pada tahun 2025, kebutuhan perumahan selama 20 tahun mendatang diperkirakan akan semakin meningkat pula. Peningkatan jumlah penduduk sangat erat kaitannya dengan peningkatan kebutuihan perumahan. Pada tahun 1999 kebutuhan rumah untuk Provinsi Jambi mencapai 550.260 unit, namun pada tahun 2004 terjadi peningkatan yang cukup tajam yaitu sudah mencapai 813.335 unit dengan laju pertumbuhan 8,13% per tahun. Dari total kebutuhan untuk tahun 2004 tersebut yang dapat dipenuhi baru mencapai 732.477 unit yang pemenuhannya oleh perumnas 3.950 unit (0,54%), perorangan 696.858 unit (95,14%) dari yang dapat dipenuhi. Permasalahan dalam hal ini adalah peran pemerintah dan swasta dalam penyediaan rumah bagi masyarakat masih sangat terbatas dan sampai saat ini umumnya kebutuhan rumah sebagian besar penyediaan kebutuhan masih diusahakan sendiri (perorangan) yang mencapai 85,68% dari total kebutuhan perumahan.
2. Sampai saat ini kemampuan pemerintah dalam penyediaan sarana dan prasarana perumahan layak dan murah bagi penduduk Jambi yang berpendapatan rendah masih sangat terbatas. Terbatasnya kemampuan pemerintah ini menjadi pemicu menurunnya kualitas kawasan perumahan yang dihuni oleh masyarakat berpendapatan rendah.Menurunnya kualitas lingkungan perumahan dan permukiman ini khususnya di daerah perkotaan merupakan permasalahan yang perlu diantisipasi ke depan. Hal ini  disebabkan karena cakupan penanganan persampahan di kawasan perkotaan di Provinsi Jambi masih sangat rendah. Kondisi ini menyebabkan pencemaran lingkungan akibat meningkatnya jumlah sampah dan akan berpengaruh pada kesehatan lingkungan dan derajat kesehatan masyarakat.
3.Sejak terjadi Krisis ekonomi pada pertengahan tahun 1997 sangat berdampak pada menurunnya kualitas infrastruktur terutama prasarana jalan yang saat ini kondisinya sangat memperhatinkan. Untuk Provinsi Jambi sampai tahun 2004 dari seluruh panjang jalan yang berada dalam kondisi baik hanya mencapai 43,4%, kondisi sedang 35,6% kondisi rusak 27,4% dan rusak berat mencapai 16,1%. Bahkan pada wilayah tertentu kondisi jalan rusak mencapai 80%. Cukup tingginya prosentase jalan
yang rusak dan rusak berat ini tidak terlepas dari akibat pembebanan muatan lebih (excessive over loading) terutama yang disebabkan oleh truk dengan tonase tinggi sehingga berakibat hancurnya jalan sebelum umur teknis jalan tersebut tercapai. Dengan cukup tingginya prosentase jalan yang rusak dan rusak berat tersebut, maka ke depan Pemerintah Provinsi Jambi harus tetap memprioritaskan perbaikan dan peningkatan prasarana jalan seluruh wilayah Jambi. Disamping itu untuk mendorong
pengembangan wilayah, pembangunan prasarana transportasi jalan yang merupakan urat nadi perekonomian ini harus terus ditingkatkan. Hal ini disebabkan pertumbuhan ekonomi daerah yang terus meningkat membutuhkan prasarana jalan yang terus meningkat pula. Disamping
pembangunan jalan, saat ini juga memperioritaskan pembangunan infrastruktur transportasi darat lainnya berupa jembatan yakni pembangunan Jembatan Batanghari II yang terletak di Kelurahan Sijenjang, Jambi – Muara Sabak. Jembatan ini akan menghubungkan Kota Jambi denga wilayah sekitarnya, yaitu Kabupatan Tanjung Jabung Timur dan Kabupaten Muaro Jambi dan memiliki panjang sekitar 2.262 meter dan lebar sekitar 9 meter yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan.
c. Bidang Wilayah dan Tata Ruang
1. Untuk Provinsi Jambi upaya-upaya pembangunan wilayah yang relatif masih tertinggal, walaupun telah dimulai dalam dua dekade terakhir namun sampai saat ini masih banyak dijumpai wilayah-wilayah tertinggal yang belum tersentuh oleh program-program pembangunan sehingga masyarakatnya mempunyai keterbatasan akses terhadap pelayanan sosial, ekonomi dan politik serta terisolir dari wilayah di sekitarnya terutama daerah perkotaan. Keadaan kabupaten. Keadaan ini akan menciptakan kantong-kantong kemiskinan sehingga berpengaruh terhadap jumlah penduduk miskin di provinsi Jambi. Sampai tahun 2004 jumlah penduduk miskin masih mencapai 12,45% dari jumlah penduduk atau mencapai 325.000 jiwa. Dengan demikian untuk kesejahteraan kelompok masyarakat yang hidup di wilayah tertinggal termasuk komunitas adat terpencil (KAT) atau suku anak dalam (SAD) yang umumnya tergolong miskin ini memerlukan perhatian dan keberpihakan pembangunan yang besar dari pemerintah Provinsi Jambi. Permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan wilayah tertinggal, termasuk yang masih dihuni oleh komunitas adat terpencil (KAT) antara lain:
(1) sangat minimnya sarana perhubungan yang menghubungkan wilayah tertinggal dengan wilayah yang relatif lebih maju: (2) menyebarnya tempat tinggal penduduk dengan kepadatannya yang relatif rendah: (3) Kebiasaan hidup berpindah (melangun) khususnya bagi komunitas adat tertinggal (KAT) atau suku anak dalam (SAD) yang hidup mengembara pada wilayah tertentu di hutan-hutan provinsi Jambi. (4) miskinnya wilayah-wilayah ini dengan sumber daya alam dan sumber daya manusia; (5) pembangunan di wilayah tertinggal belum diprioritaskan oleh pemerintah (6) dukungan sektor terkait belum optimal untuk pengembangan wilayah-wilayah tertinggal ini.
2. Untuk Provinsi Jambi cukup banyak wilayah-wilayah yang memiliki produk unggulan (sawit, karet, kelapa dan casiavera dan tanaman pengan) serta lokasinya yang strategis, namun belum dikembangkan secara optimal seperti contohnya Kecamatan Jangkat dengan produk unggulannya kentang dan kopi. Hal ini disebabkan antara lain: (1) lemahnya penguasaan teknologi dan terbatasnya informasi pasar dan untuk pengembangan produk unggulan: (2) belum berkembangnya jiwa kewirausahaan dari petani dan sikap profesionalisme dari pelaku dunia usaha; (3) dukungan kebijakan daerah yang berpihak pada petani dan pelaku usaha swasta belum optimal; (4) infrastruktur kelembagaan sosial dan ekonomi yang berorientasi untuk pengembangan usaha belum berkembang; (5) koordinasi, sinergi, dan kerjasama diantara pelaku-pelaku pengembangan kawasan masih lemah untuk meningkatkan daya saing produk unggulan; (6) keterbatasan akses petani dan pelaku usaha skala kecil terhadap modal pengembangan usaha, input produksi, dukungan teknologi, dan jaringan pemasaran untuk pengambangan peluang usaha dan kerjasama investasi; (7) prasarana dan sarana fisik (jalan-jalan ke sentra produksi dan ekonomi) untuk mendukung pengembangan kawasan dan produk unggulan daerah sangat terbatas; serta (8) kerjasama antar kabupaten untuk mendukung peningkatan daya saing kawasan dan produk unggulan belum optimal. Pada hakekatnya wilayah-wilayah yang strategis ini dapat tumbuh lebih cepat karena memiliki produk unggulan, dan diharapkan setelah wilayah ini berkembang dapat memicu pertumbuhan wilayah-wilayah sekitarnya
yang masih tertinggal karena miskin sumberdaya dan masih terbelakang.
3. Pesatnya aktivitas pembangunan terutama di perkotaan telah membawa dampak yang negatif baik secara fisik (penurunan kualitas lingkungan, konversi lahan pertanian) maupun permasalahan sosial ekonomi. Untuk kedepan Provinsi Jambi harus mengantisipasi terhadap dampak negatif yang ditimbulkan oleh pembangunan di perkotaan tersebut. Dampak tersebut antara lain adalah; (1) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi perkotaan telah dilakukan eksploitasi yang berlebihan terhadap sumberdaya alamnya sehingga menurunnya kualitas lingkungan fisiknya dan timbulnya polusi; (2) meningkatnya konversi lahan pertanian produktif menjadi kawasan pemukiman, perdagangan, dan industri; (3) terjadinya penurunan kualitas hidup masyarakat di perkotaan karena permasalahan sosial-ekonomi, serta penurunan kualitas pelayanan kebutuhan dasar perkotaan.
4. Secara umum untuk Provinsi Jambi kondisi sosial ekonomi masyarakat yang tinggal di pedesaan umumnya masih jauh tertinggal dibandingkan dengan mereka yang tinggal di perkotaan. Keadaan ini disebabkan kecenderungan investasi ekonomi oleh swasta maupun pemerintah (infrastruktur dan kelembagaan) terkonsentrasi di daerah perkotaan. Selain dari pada itu, kegiatan ekonomi di wilayah perkotaan masih banyak yang yang tidak sinergis dengan kegiatan ekonomi yang dikembangkan di wilayah pedesaan. Akibatnya, peran kota yang diharapkan dapat mendorong perkembangan pedesaan (trickling down effect) justru memberikan dampak yang merugikan pertumbuhan pedesaan (backwash effects).
5. Untuk Provinsi Jambi pembangunan yang dilakukan di suatu wilayah saat ini masih sering dilakukan tanpa mempertimbangkan keberlanjutannya. Keinginan untuk memperoleh keuntungan ekonomi jangka pendek seringkali menimbulkan keinginan untuk mengeksploitasi sumber daya alam (SDA) secara berkelebihan bahkan cendrung agresif dan exploitatif sehingga menurunkan kualitas
(degradasi) dan kuantitas (deplesi) SDA dan lingkungan hidup. Selain itu, seringkali pula terjadi konflik antar kehutanan dan pertambangan. Salah satu penyebab terjadi permasalahan tersebut adalah karena pembangunan yang dilakukan dalam wilayah tersebut belum mengunakan ”Rencana Tata Ruang” sebagai acuan koordinasi dan sinkronosasi pembangunan antar sektor dan antar wilayah. Untuk Provinsi Jambi telah terjadi penyimpangan pemanfaatan dan pengendalian ruang RTRW Provinsi Jambi karena a). Tumpang tindihnya pengalokasian ruang baik untuk perkebunan besar maupun HTI seperti terlihat di kecamatan Tungkal Ulu bagian selatan,Mendahara Selatan dan Muara Bulian. b). Tumpang tindihnya pengalokasian ruang untuk perkebunan besar dengan pemukiman transmigrasi dan Hutan Lindung gambut seperti Pamenang, Tungkal Ulu, Mendahara dan Kuamang Kuning. c). Tumpang tindihnya areal HPH dengan kawasan lindung, sehingga diperkirakan beberapa areal HPH yang telah memasuki kawasan hutan lindung seperti di kecamatan Muara Siau, Jangkat, Batang Asai, Kumpeh. Hal ini berarti perlu dilakukan peninjauan kembali dengan mengakomodasikan perubahanperubahan tersebut, baik perubahan ekonomi, asumsi-asumsi, strategi maupun arah kebijakan dalam pengelolaan ruang wilayah dengan mewujudkan pola dan struktur tata ruang yang baru.

6.      Potensi Wisata Kota Jambi :
1.      Candi Muaro Jambi
Kompleks Percandian Muaro Jambi yang di dalamnya tersimpan lebih dari 80 reruntuhan candi dan sisa-sisa permukiman kuno dalam rentang abad IX-XV Masehi. Meskipun belum sepopuler candi lain di Pulau Jawa, situs purbakala yang diyakini juga sebagai salah satu pusat pengembangan agama Buddha di masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya ini merupakan aset yang dapat dimanfaatkan di bidang ilmu pengetahuan, kebudayaan, pariwisata, sosial, agama, dan ekonomi. Situs purbakala ini membentang dari barat ke timur di tepian Sungai Batanghari sepanjang 7,5kilometer.Kompleks percandian ini dapat ditempuh melalui darat dan sungai dengan jarak dari Kota Jambi sejauh 30 Km. Dari sekitar 80 reruntuhan candi yang sudah diketahui, yang oleh masyarakat setempat disebut menapo, baru sebagian kecil yang sudah dipugar. Berdasarkan sisa-sisa reruntuhan yang ada, sebuah bangunan menggunakan batu merah.
Candi-candi yang sudah dibangun dan bisa dikunjungi wisatawan adalah Candi Vando Astano, Candi Gumpung, Candi Tinggi, Candi Kembar Batu, Candi Gedong 1, Candi Gedong 2, dan kolam Talaga Rajo. Juga terdapat Kanal-Kanal Tua yang mengelilingi komplek Percandian ini. Lokasinya tersebar di Desa Muaro Jambi, Kemingking Dalam, dan Danau Lamo. Pemprov Jambi telah menyusun master plan pengembangan situs candi Muaro Jambi dan berikut Design Engineering (DED) detail untuk menentukan Restorasi Pengembangan Situs tersebut sebesar lebih kurang 12 triliyun.
2.      Hutan Harapan
Hutan Harapan merupakan proyek restorasi hutan produksi yang terletaperbatasan Provinsi Jambi-Sumatera Selatan yang mempuanyai luas sekitar 101.000 Ha. Sejak 2006, konsorsium PT Restorasi Ekosistem Konservasi Indonesia memperoleh konsesi dari pemerintah untuk merestorasi hutan tersebut. Di hutan ini juga terdapat sekitar 280 jenis burung, 69 jenis di antaranya hampir punah. Selain itu, terdapat 159 jenis pohon. Salah satu di antaranya sudah rentan, yaitu jenis kayu bulian dan juga terdapat 49 jenis binatang mamalia dan 43 jenis binatang amfibi, permukiman Suku Anak Dalam (SAD) dan Suku Bathin Sembilan. Kedua komunitas ini merupakan suku asli tertinggal yang telah menetap di dalam hutan sejak ratusan tahun lalu, yang hingga kini masih mengandalkan hutan sebagai tempat tinggal dan mencari makan.Dalam kunjungannya ke hutan harapan Pangeran Charles menyatakan kekagumannya melihat keelokan hutan Harapan. Hutan yang memiliki luas sekitar 100 ribu hektare ini dinilai masih relatif baik. "Sangat bagus karena hutan ini nantinya dapat mengurangi emisi karbon. Kondisi ini perlu didukung semua pihak," ujar Pangeran Charles dalam kunjungan ke Hutan Harapan kemarin.

3.      Taman Nasional Berbak
Merupakan kawasan pelestarian alam untuk konservasi hutan rawa terluas di Asia Tenggara yang belum terjamah oleh eksploitasi manusia. Keunikannya berupa gabungan yang menarik antara hutan rawa gambut dan hutan rawa air tawar yang terbentang luas di pesisir Timur Sumatera.Jenis tumbuhan di taman nasional ini antara lain meranti (Shorea sp.), dan berbagai jenis palem. Taman Nasional Berbak terkenal memiliki paling banyak jenis palem tanaman hias di Indonesia. Jenis palem tanaman hias yang tergolong langka antara lain jenis daun payung (Johanesteijmannia altifrons) serta jenis yang baru ditemukan yaitu Lepidonia kingii (Lorantaceae) yang berbunga besar dengan warna merah/ungu. Ratusan bahkan ribuan burung migran dapat dilihat di taman nasional ini, yang dapat menimbulkan kekaguman apabila burung-burung tersebut terbang secara berkelompok.
4.      Taman Nasional Bukit Tiga puluh                                                                                          Kawasan taman nasional ini memiliki luas keseluruhan 144.223 hektar. Sebelumnya merupakan dua buah kawasan hutan lindung yaitu Hutan Lindung Haposipin di Provinsi Riau dan Hutan Lindung Singkati Batang Hari di Provinsi Jambi. Diwilayah Jambi terletak di Kabupaten Tebo seluas 23.000 hektar dan Kabupaten Tanjung Jabung Barat seluas 10.000 hektar.Beberapa jenis fauna yang dapat dijumpai di Taman Nasional ini antara lain : Harimau Sumatera, Beruang Madu, Tapir, Siamang, kancil, Babi Hutan, Burung Rangkong, Kuaw, dan berbagai jenis satwalainnya. Sedangkan jenis flora langka yang endemik di kawasan ini adalah Cendawan Muka Rimau (Raflesia hasselti).Selain merupakan habitat dari berbagai jenis flora dan fauna langka dan dilindungi, kawasan ini juga merupakan tempat hidup dan bermukim beberapa komunitas suku pedalaman seperti Suku Talang Mamak, Suku Kubu (Anak Rimba) dan Suku Melayu Tua, yang menjadikan kawasan ini menarik untuk dijelajahi. Satu kelompok Suku Talang Mamak berada di Dusun Semarantihan Desa Suo-Suo Kecamatan Sumai, Kabupaten Tebo, Jambi.
5.      Jembatan Gentala Arasy
Merupakan salah satu ikon dari kota Jambi. Jembatan ini mulai dibangun pada tahun 2012 dan telah diresmikan oleh bapak Jusuf Kalla sebagai Wakil Presiden. Sebenarnya ada dua objek di lokasi ini, yaitu menara Gentala Arasy dan jembatan Pedestrian. Tapi kebanyakan orang-orang menyebutnya jembatan Gentala Arasy. Jembatan Pedestrian merupakan jembatan untuk pejalan kaki. Bentuknya yang menyerupai huruf "S" ini terbentang berkelok-kelok di atas sungai Batanghari yang kira-kira panjang jembatannya sekitar 530 meter. Jembatan ini dibuat bukan untuk kendaraan, tapi hanya khusus untuk pejalan kaki. Menara Gentala Arasy merupakan sebuah museum dimana secara umum merupakan museum yang menceritakan tentang sejarah masuk dan berkembangnya agama Islam di kota Jambi. Bentuk menara ini pun sangat unik dan sangat "islami'. Bahkan awalnya saya mengira kalau itu adalah bangunan masjid.